Selasa, 14 Oktober 2025

STIT Al-Quraniyah Kunjungi Masjid Jogokariyan: Meneladani Manajemen Masjid Berbasis Jamaah

 Belajar dari Jogokariyan: STIT Al-Quraniyah Gali Spirit Pengelolaan Masjid yang Hidup dan Memberdayakan




Ketua dan Waka I STIT-Q Mengunjungi Masjid Jogokariyan

    Sebagai bagian dari kegiatan KKN Integrasi dan Study Visit STIT Al-Quraniyah di YogyakartaKetua STIT Al-Quraniyah, Bapak Dr. Dedi Irama, M.Pd., bersama Wakil Ketua I, Bapak Boby Hendro Wardono, M.Pd.melakukan kunjungan silaturahmi ke Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, pada Rabu, 8 Oktober 2025.

    Rombongan disambut hangat oleh Ustadz Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, yang dikenal luas sebagai tokoh penggerak manajemen masjid berbasis jamaah.




    Kunjungan ini memberikan banyak pelajaran penting bagi pimpinan STIT Al-Quraniyah. Berikut beberapa hal menarik yang menjadi perhatian:
  1. Sederhana tapi Hidup
    Meski tidak megah dan terletak di jalan kecil, Masjid Jogokariyan selalu ramai. Saat rombongan tiba pukul 17.15 WITA, jamaah sudah berdatangan untuk salat Magrib berjamaah.

  2. Manajemen Berbasis Jamaah
    Pengurus masjid fokus membina jamaah agar tepat waktu dalam salat dan aktif berzakat, berinfak, serta bersedekah.

  3. Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Ibadah
    Ustadz Jazir menjamin keamanan jamaahnya. Ia menegaskan, “Jika ada jamaah kehilangan sandal, sepatu, bahkan motor, maka akan saya ganti.” Hingga kini, beliau telah mengganti 6 unit motor yang hilang.

  4. Keuangan Tanpa Sisa (“Nol Saldo”)
    Setiap pekan atau dua pekan sekali, seluruh dana masjid disalurkan untuk membantu fakir miskin, anak yatim, biaya pendidikan, dan kegiatan sosial, sehingga saldo kas selalu kembali ke nol.

  5. Pendidikan dan Organisasi yang Aktif
    Masjid mengelola PAUD, membina remaja masjid, dan mendorong anak-anak belajar agama secara terbuka bersama ustadz dan ustadzah.

  6. Pelayanan Umat yang Lengkap
    Masjid Jogokariyan tidak pernah dikunci, lampunya selalu menyala, serta menyediakan ATM beras, sembako, alat belajar, dan penginapan gratis bagi musafir. Jamaah paling aktif mendapat reward umrah setiap tahun melalui sistem absensi sidik jari.

  7. Kemandirian Ekonomi Umat
    Masjid memiliki berbagai usaha mandiri, seperti penginapan syariah, yang hasilnya digunakan untuk program sosial dan dakwah.

  8. Pemberdayaan dan Perubahan Mentalitas
    Penerima zakat diberi modal usaha agar menjadi mandiri hingga akhirnya menjadi pemberi zakat. Ustadz Jazir menanamkan nilai bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin.

  9. Transparansi dan Ketegasan dalam Pengelolaan
    Dalam mengelola masjid, Ustadz Jazir menegaskan prinsip kejujuran dan keberanian. “Saya tidak takut dimusuhi, saya hanya takut kepada Allah SWT,” ujarnya. Prinsip ini membuat banyak pihak luar turut percaya dan berinfak ke Masjid Jogokariyan.

    Ketua dan Waka I STIT Al-Quraniyah menyampaikan bahwa kunjungan ke Masjid Jogokariyan menjadi pengalaman spiritual dan edukatif yang sangat berkesan. Model pengelolaan masjid ini dinilai layak dijadikan contoh nasional bagi pengembangan masjid di lingkungan kampus dan masyarakat.

“Masjid Jogokariyan mengajarkan bahwa masjid tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Kami mendapatkan inspirasi besar untuk menerapkan nilai-nilai ini di lingkungan STIT Al-Quraniyah,” ungkap Ketua STIT Al-Quraniyah.

Melalui kunjungan ini, STIT Al-Quraniyah berharap dapat mengadopsi nilai-nilai manajemen Masjid Jogokariyan dalam mengembangkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat dan dakwah berbasis masjid.

Masjid Jogokariyan telah membuktikan bahwa dengan keikhlasan, transparansi, dan pemberdayaan, masjid bisa menjadi pusat peradaban Islam yang hidup dan menginspirasi. [Tim Humas].


STIT Al-Quraniyah Jalin Sinergi dengan Fakultas Tarbiyah UAD melalui Penandatanganan MoU

STIT Al-Quraniyah dan Fakultas Tarbiyah UAD Teken MoU Bidang Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian

Penandatanganan MoU bersama Dekan Fakultas Tarbiyah UAD

    Sebagai bagian dari kegiatan KKN Integrasi dan Study Visit hari ke-3, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Quraniyah melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Tarbiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, pada Rabu, 8 Oktober 2025.

    Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Ketua STIT Al-Quraniyah dan Dekan Fakultas Tarbiyah UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan pendidikan Islam.

Ketua STIT Al-Quraniyah Menandatangani Mou 

    Kerja sama ini mencakup tiga bidang utama Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua institusi sepakat untuk membangun kemitraan yang produktif dalam pelaksanaan riset bersama, pengembangan kurikulum pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.

    Penandatanganan MoU antara STIT Al-Quraniyah dan Fakultas Tarbiyah UAD menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat hubungan kelembagaan, memperluas jejaring akademik, dan mewujudkan pendidikan Islam yang kolaboratif, inovatif, serta berdampak bagi masyarakat.

Foto bersama antara Ketua dan DPL STIT-Q dengan Dekan UAD

    Melalui kerja sama ini, kedua pihak bertekad untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi pendidik yang berkompeten, berakhlakul karimah, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era modern. [Tim Humas].


Menjalin Sinergi Akademik: STIT Al-Quraniyah Laksanakan KKN Integrasi dan Study Visit ke Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

 Penguatan Sinergi Pendidikan antara STIT Al-Quraniyah dan Universitas Ahmad Dahlan


Foto bersama Setelah Seminar Pendidikan di UAD

      STIT Al-Quraniyah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi dan Study Visit ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, pada Rabu, 8 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan akademik mahasiswa serta mempererat hubungan antarlembaga pendidikan Islam.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan wawancara di lingkungan kampus Universitas Ahmad Dahlan. Para mahasiswa STIT Al-Quraniyah melakukan pengamatan terhadap suasana akademik, sistem pembelajaran, serta fasilitas pendidikan yang tersedia di kampus tersebut.

Observasi dan wawancara yang dipandu oleh mahasiswa UAD

    Selain itu, peserta juga berkesempatan mengunjungi Museum Muhammadiyah, yang menjadi pusat informasi sejarah dan perjuangan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Melalui kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan tentang nilai-nilai keislaman dan semangat pembaruan yang telah menjadi fondasi gerakan Muhammadiyah dan universitas tersebut.

Kegiatan di Museum Muhammadiyah

    Kegiatan dilanjutkan dengan pengamatan langsung di ruang Observatorium UAD. Mahasiswa dikenalkan dengan berbagai instrumen astronomi dan teknologi pengamatan langit yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran sains. Kunjungan ini memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa STIT Al-Quraniyah, khususnya dalam memahami pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai Islam yang menjadi ciri khas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Proses pengamatan matahari

    Sebagai penutup, diadakan Seminar Pendidikan yang menghadirkan Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., serta perwakilan mahasiswa UAD. Dalam sambutannya, Dr. Arif Rahman menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi pendidik yang unggul, profesional, dan berakhlakul karimah. Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa kedua institusi. Para peserta mengaku memperoleh banyak wawasan dan inspirasi terkait pengembangan pendidikan Islam di era modern.

Foto bersama Dekan Fakultas Tarbiyah UAD

        Kegiatan KKN Integrasi dan Study Visit STIT Al-Quraniyah ke Universitas Ahmad Dahlan ini menjadi momentum penting dalam menjalin kerja sama akademik antar perguruan tinggi Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaboratif dan komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. [Tim Humas STIT-Q].

Minggu, 12 Oktober 2025

Kolaborasi dan Inspirasi di Tanah Yogyakarta: KKN Integrasi STIT Al-Quraniyah Tingkatkan Semangat Akademik Mahasiswa

Belajar Tanpa Batas: Mahasiswa STIT Al-Quraniyah Raih Pengalaman Berharga Lewat KKN Integrasi 2025


Foto bersama di wisata candi Borobudur

            Manna, 13 Oktober 2025 - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan, sukses melaksanakan kegiatan KKN Integrasi dan Study Visit Tahun 2025 yang berlangsung selama enam hari, mulai dari Senin, 06 Oktober hingga Sabtu, 11 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat melalui kolaborasi lintas kampus serta eksplorasi budaya di berbagai daerah.

Hari pertama dimulai dengan perjalanan menuju Jakarta sebagai titik awal keberangkatan rombongan menuju Yogyakarta. Perjalanan ini menjadi momen kebersamaan awal yang membangun semangat peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pada hari kedua, mahasiswa melaksanakan observasi ke Monumen Nasional (Monas) di Jakarta untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai perjuangan bangsa, sejarah kemerdekaan, dan simbol nasionalisme Indonesia.


Kebersamaan di Monumen National Monas

Memasuki hari ketiga, kegiatan berfokus pada aspek akademik dengan kunjungan resmi ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Rombongan disambut oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UAD, yang membuka sesi diskusi hangat mengenai peluang kerja sama di bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Setelah itu, peserta melakukan observasi dan wawancara di lingkungan kampus, Museum Muhammadiyah, serta Observatorium UAD. Puncak kegiatan hari tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Pendidikan dan Seminar Proposal Silang, yang menghadirkan mahasiswa perwakilan dari STIT Al-Quraniyah dan UAD. Kegiatan ini menjadi ajang tukar gagasan dan pengalaman akademik yang memperkuat semangat kolaboratif antarperguruan tinggi.

Foto bersama setelah kegiatan Seminar Pendidikan


Hari keempat diisi dengan kegiatan Merapi Lava Tour, yang memberikan pengalaman edukatif dan rekreatif bagi peserta. Mahasiswa mengunjungi kediaman dan Museum Mini Mbah Marijan, menjelajahi Museum Mini Merapi, serta mengikuti tour bersama menyusuri kawasan wisata lereng Gunung Merapi. Pada siang hari, rombongan melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan untuk observasi sejarah dan budaya, dan menutup hari dengan menikmati panorama sore di Obelix Hills yang memukau.

Merapi Lava Tour

Foto bersama di wisata Candi Prambanan



Pada hari kelima, peserta melakukan observasi ke Keraton Yogyakarta untuk mempelajari nilai-nilai budaya, filosofi kepemimpinan, dan tradisi Jawa yang masih lestari hingga kini. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO, di mana mahasiswa mendalami makna sejarah, arsitektur, dan nilai spiritual dari peninggalan bersejarah tersebut.



Foto bersama di wisata Candi Borobudur

Study Visit ke Kraton Yogyakarta



Setelah enam hari penuh kegiatan, pada hari terakhir rombongan STIT Al-Quraniyah kembali ke Manna dengan membawa banyak pengalaman dan pembelajaran berharga. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mempererat kebersamaan, serta memperkuat semangat pengabdian sebagai insan akademik yang berkarakter.

Melalui program KKN Integrasi dan Study Visit 2025, STIT Al-Quraniyah menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial, berbudaya, dan berwawasan luas. Kolaborasi lintas kampus, pengenalan nilai sejarah dan budaya, serta pembelajaran langsung di lapangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menyiapkan diri sebagai pendidik dan peneliti yang berintegritas serta berkontribusi nyata bagi masyarakat. (Humas STIT-Q)

 


STIT Al-Quraniyah Lakukan Pertemuan dengan Ketua PGRI Bengkulu Selatan

 STIT Al-Quraniyah dan Ketua PGRI Bengkulu Selatan Membahas S trategis Peningkatan Kualitas Pendidikan Pertemuan antara STIT-Q dan Ketua PGR...