STIT Al-Quraniyyah dan Dinas PMD Bengkulu Selatan Membahas Beasiswa S1 Gratis bagi Putra-Putri Desa
![]() |
| Ketua Dinas PMD bersama WAKA 1 STIT Al-Quraniyyah dan KASEK MA Al-Quraniyyah |
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mendukung berbagai program pendidikan berbasis keislaman yang digagas oleh Yayasan Alquraniyah, khususnya untuk menjangkau 114 desa yang tersebar di wilayah Bengkulu Selatan.
Hadir dalam pertemuan ini Boby Hendro Wardono, M.Pd selaku Wakil Ketua I STIT Al-Quraniyah, Budi Putra, M.Pd sebagai Kepala Sekolah MA Alquraniyah, serta Kepala Dinas PMD Bengkulu Selatan. Ketiganya membahas berbagai program strategis yang ditujukan untuk memperkuat peran desa dalam membangun generasi Islami yang unggul dan berdaya saing.
Adapun program unggulan yang dibahas antara lain:
-
Beasiswa Mondok Tahfidz GratisProgram ini menyasar para remaja desa yang ingin fokus menghafal Al-Qur’an secara intensif dengan biaya pendidikan yang sepenuhnya ditanggung. Santri akan didampingi oleh para ustadz dan ustadzah berpengalaman dengan pendekatan pembinaan karakter dan akhlak mulia.
-
Program Mencetak Imam dan Khatib SekolahLewat pendidikan gratis di MA Al-Quraniyah, siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran akademik, namun juga dilatih menjadi imam dan khatib yang siap ditugaskan di masjid-masjid desa. Program ini menjadi solusi konkret bagi kebutuhan dakwah dan kaderisasi tokoh agama di wilayah pedesaan.
-
Beasiswa Kuliah S1 Gratis di STIT AlquraniyahSTIT Al-Quraniyah Manna membuka jalur beasiswa penuh bagi lulusan SMA/MA/sederajat dari desa-desa di Bengkulu Selatan untuk melanjutkan pendidikan di jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Program ini bertujuan mencetak guru dan pendidik profesional yang siap kembali mengabdi di desa masing-masing.
Kepala Dinas PMD Bengkulu Selatan menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program ini. "Kami melihat ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan masyarakat desa melalui jalur pendidikan. Dengan adanya sinergi ini, kami optimis SDM desa akan semakin maju dan religius," ujarnya.
Sementara itu, Boby Hendro Wardono, M.Pd menegaskan komitmen STIT Al-Quraniyah untuk terus membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak dari desa juga punya kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi, tanpa terkendala biaya,” katanya.
Budi Putra, M.Pd juga menambahkan bahwa MA Al-Quraniyah siap menjadi pusat pengkaderan imam dan khatib muda. “Kami yakin, dari tangan-tangan generasi muda inilah kebangkitan dakwah di desa bisa dimulai,” ungkapnya.
Dengan kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah, program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan desa-desa religius, cerdas, dan mandiri di Bengkulu Selatan [Penulis: Yessi Travolta/Humas].

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar